EVENTS | 2020-02-17 06:53:22

INFEKSI JAMUR, Ancaman Gaya Hidup Aktif Millenials Indonesia

Infeksi Jamur pada kulit merupakan salah satu jenis infeksi yang paling umum diderita oleh orang Indonesia mengingat iklim tropisnya yang panas dan juga lembab. Apalagi bila ditambah faktor global warming yang membuat cuaca semakin tidak menentu.

Infeksi Jamur dapat menyerang masyarakat kita tanpa memandang tempat tinggal, gender maupun kelompok usia, namun berdasarkan survei, penderita infeksi jamur terbanyak adalah dari kelompok usia antara 20 - 30 tahun (generasi millennials) dengan perbandingan 1,09% pria dan 0,6% wanita.


Penyebab Infeksi Jamur Pada Kulit

Dalam keseharian ada sangat banyak faktor penyebab Infeksi Jamur yang sering tidak disadari oleh millenials, antara lain:

  • Keseharian / pekerjaan yang sangat aktif di luar ruangan
  • Aktivitas olahraga
  • Tren fashion misalnya penggunaan pakaian ketat
  • Obesitas
  • Kurang menjaga higienitas diri dan tempat tinggal

Selain dari kontak langsung dengan penderita, beberapa jenis Infeksi Jamur juga dapat menular melalui kontak tidak langsung – misalnya Kurap yang dapat menular melalui kontak dengan kloset di toilet umum atau pintu dan pegangan di kereta listrik dan kendaraan umum.

Banyaknya faktor-faktor penyebab ini membuat Infeksi Jamur sangat sulit untuk dihindari oleh millennials di Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan.


Indikasi Infeksi Jamur Pada Kulit

Ada 4 jenis (indikasi) Infeksi Jamur yang umum menyerang millenials di Indonesia:

  • Kutu Air, dikenal juga sebagai Athlete’s Foot karena umum diderita olahragawan, Kutu Air merupakan jenis infeksi jamur yang membuat kulit bersisik dan gatal, serta dapat menyebar di sela sela jari dan telapak tangan maupun kaki.
  • Kurap atau Kadas adalah infeksi jamur yang umumnya menimbulkan ruam merah gatal yang berbentuk seperti cincin atau cacing melingkar, oleh karena itu sering dikenal juga dengan nama Ringworm.
  • Jock Itch atau Gatal Selangkangan biasanya muncul di area lipatan tubuh seperti selangkangan, pada bagian dalam, dan area sekitar kelamin. Infeksi jamur ini menyebabkan ruam merah dengan rasa gatal dan panas di area yang terinfeksi. Bila area yang terinfeksi digaruk, infeksi Jock Itch malah dapat menyebar dan menjadi semakin parah.
  • Panu adalah jenis Infeksi Jamur pada kulit yang mengganggu pigmen kulit, sehingga membentuk bercak-bercak (mirip pulau pada peta) dengan warna yang lebih terang atau lebih gelap dari warna asli kulit. Panu tidak menular, gatal maupun sakit, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat penderitanya kehilangan rasa percaya diri.


Solusi #TumpasTuntas Infeksi Jamur

Besarnya potensi penyebaran Infeksi Jamur di Indonesia memotivasi Meccaya Pharmaceutical untuk terus berinovasi dan berupaya menghadirkan solusi baru yang lebih sesuai dengan gaya hidup aktif kalangan millennials.

Berbekal 37 tahun pengalaman di sebagai spesialis Pharma Dermatologis dengan produk SALEP 88 yang legendaris, kini Meccaya Pharmaceutical memperkenalkan KRIM 88, solusi terbaru untuk menumpas tuntas segala jenis Infeksi Jamur tanpa kompromi.

  • Dengan bahan aktif yang cepat atasi Infeksi Jamur, serta sediaan Krim yang Tidak Lengket dan Cepat Meresap, KRIM 88 nyaman untuk digunakan oleh millenials Indonesia yang sering dituntut serba cepat dan aktif dalam keseharian.
  • KRIM 88 juga memiliki Sensasi Dingin yang cepat redakan rasa gatal akibat Infeksi Jamur, yang juga nyaman digunakan di area kulit yang sensitif seperti wajah, lipatan kulit dan selangkangan.
  • Sedangkan Aromanya yang Fresh membantu mengurangi bau tidak sedap bila digunakan pada area yang tertutup pakaian atau alas kaki,

Untuk mencegah serangan penyakit pada kulit, mari jaga kebersihan kulit dan selalu waspada akan ancaman Infeksi Jamur.


Sumber: 01 | 02 | 03 | 04

Punya pertanyaan seputar kesehatan kulit? Yuk tinggalkan pesan di kolom komentar untuk ditanggapi tim ahli kami!